Sunat Bayi (Sirkumsisi Neonatal)
Prosedur sunat untuk bayi dengan metode modern yang aman dan cepat
Prosedur Medis
Prosedur sunat untuk bayi dengan metode modern yang aman dan cepat
Registrasi dan verifikasi identitas bayi
Pemeriksaan kondisi umum bayi (suhu, nadi, pernapasan)
Persiapan alat dan bahan dalam kondisi steril
Bayi diposisikan dengan nyaman (biasanya di papan khusus dengan fiksasi lembut)
Desinfeksi area genital dengan antiseptik (povidone-iodine)
Pemberian anestesi lokal (krim EMLA atau injeksi lidokain di pangkal penis)
Menunggu 5-10 menit hingga area mati rasa
Pemasangan klem/clamp pada preputium
Pemotongan kulit preputium dengan pisau steril
Hemostasis (menghentikan perdarahan) dengan kasa atau kauterisasi
Aplikasi salep antibiotik
Pemasangan perban steril
Observasi 30-60 menit untuk memastikan tidak ada perdarahan
Bayi boleh diberi ASI/susu setelah prosedur
Edukasi perawatan luka kepada orang tua
Pemberian resep obat (antibiotik, pereda nyeri)
- Perdarahan: Paling umum (1-2% kasus). Biasanya ringan dan berhenti sendiri dengan penekanan kasa. Perdarahan signifikan sangat jarang.
- Infeksi: 0.2-0.4% kasus. Tanda: demam, luka merah dan makin bengkak, keluar nanah, bau tidak sedap. Bisa diatasi dengan antibiotik.
- Nyeri: Normal 2-3 hari pertama. Bayi mungkin rewel dan menangis lebih sering.
- Meatus stenosis: Penyempitan lubang kencing (jarang, 1-3% kasus). Biasanya baru terlihat beberapa bulan/tahun kemudian.
- Adhesi kulit: Kulit menempel kembali (sangat jarang). Bisa diatasi dengan salep atau tindakan kecil.
- Asimetris/tidak rata: Sangat jarang jika dilakukan oleh dokter berpengalaman.
- Terlalu banyak/sedikit kulit dibuang: Sangat jarang.
- Cedera pada glans penis: Ekstrem jarang.
- Perdarahan aktif yang tidak berhenti setelah ditekan 10 menit
- Demam >38°C
- Luka makin merah, bengkak, atau mengeluarkan nanah
- Bayi tidak mau minum/menyusu >8 jam
- Bayi tidak buang air kecil dalam 12 jam
- Luka berbau busuk
- Bayi terlihat sangat kesakitan atau lemas